Fosil Dinosaurus Bertanduk Ditemukan Di Korea Selatan
Wed
12/08/10
12/08/10
Bersumber dari Okezone (8 Desember 2010),para ilmuwan melaporakan bahwa mereka menemukan sebuah fosil dinosaurus kecil bertanduk jenis Ceratopsian (keluarga dinosaurus bertanduk, seperti Triceratops) berusia 103 juta tahun. Rangka binatang purba kala ini seukuran anjing Labrador di wilayah Korea Selatan.Fosil ini adalah jenis Ceratopsian pertama yang ditemukan di wilayah Korsel. Penemuan fosil ini termasuk tulang belakang, tulang belakang, tulang lengan dan tulang ekor. Demikian seperti yang dikutip dari LiveScience, Rabu (8/12/2010).
Fosil dinosaurus yang baru ditemukan ini bernama Koreaceratops Hwaseongensis, hidup di awal Jaman Cretaceous. Sebagai perbandingan jenis Ceratopsian yang paling populer, Triceratops hidup pada waktu 65 juta tahun yang lalu.
"Penemuan ini mengisi kekosongan 20 juta tahun catatan fosil antara awal kemunculan dinosaurus ini di Asia serta kemunculan pertama mereka di wilayah Amerika Utara," ujar Michael J.Ryan, kurator dan head of vertebrate paleontology di The Cleveland Museum of Natural History.
Hasil dari analisis fosil ini diterbitkan di jurnal Naturwissenschaften: The Science of Nature edisi online.
Koreaceratops Hwaseongensis berukuran panjang 6 kaki dan memiliki berat 100 pound, hewan ini berukuran kecil jika dibandingkan dengan sanak saudara mereka, Triceratops yang berukuran raksasa. Mulut berparuh menandakan kalau Koreaceratops Hwaseongensis adalah hewan pemakan tumbuhan. Lalu dengan menganalisis tulang kakinya, Ryan beserta para koleganya menduga bahwa hewan ini bisa bergerak cepat.
Ekor dari Koreaceratops Hwaseongensis juga cukup unik, yakni memiliki semacam layar, yang mana ilmuwan berpikir ornamen tersebut dipakai oleh Koreaceratops Hwaseongensis untuk berenang mencari mencari makanan di air dan juga untuk menarik pasangan.
"Ini adalah penemuan yang langka untuk wilayah Korsel, karena biasanya di wilayah ini lebih banyak ditemuakan fosil telur dan jejak kaki dinosaurus," tambah Ryan.
Dari berbagai penemuan arkeologi yang ditemukan hendaklah mengujinya sejalan dengan Firman Tuhan dan bagi kemuliaan Tuhan. Tuhanlah pencipta segalanya dan segala sesuatu jadi oleh karena kehendakNya.
Source : www.cakka.web.id › Blogs › cakka's blog






0 komentar:
Posting Komentar