The Alien - Link Select Catatan Langit Biru: Oktober 2011
Alam Liar (bahasa Inggris: Wild's Life) merupakan surganya para flora dan fauna.Di sana alamnya sungguh menakjubkan, udaranya masih alami dan sejuk,jadi janganlah rusak bumi kita agar anak cucu kita dapat merasakan betapa indahnya dunia ini,.
Oleh Muammar Khodafi. Diberdayakan oleh Blogger.
<a href=http://zawa.blogsome.com>Zawa Clocks</a>
RSS

Beruang Ini Merdeka dari Toples Plastik

Selama sepuluh hari nyawa beruang itu terancam karena tidak bisa makan dan minum


Renne R.A Kawilarang
Seekor beruang madu di Florida, AS, saat masih terjebak dalam toples plastik (AP Photo/Ocala National Forest, Cathy Connolly)
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Seekor anak beruang madu di hutan nasional Florida, Amerika Serikat (AS), akhirnya bisa makan secara normal. Sebelumnya, kepala beruang konyol itu terkungkung di dalam sebuah toples plastik selama sepuluh hari.

Menurut pengelola hutan nasional setempat, beruang berusia enam bulan itu rupanya terlalu bernafsu mengambil sisa-sisa makanan yang ada di dalam toples. Akibatnya, dia susah payah melepaskan diri dari jerat toples. Ibunya pun tidak berdaya mengeluarkan benda itu dari kepala putranya. 

Toples itu dia temukan di suatu bak sampah yang terletak di kompleks pemukiman dekat hutan nasional. Menurut dokter hewan setempat, selama kepalanya terjebak di dalam toples, nyawa beruang itu sangat terancam. Pasalnya, dia tidak bisa makan dan minum.

Maka, tim dokter harus membius induknya sebelum menolong beruang malang itu. Mereka berdua akhirnya dipindahkan ke lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk. (Associated Press)

sumber : www.vivanews.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Singa Kawin dengan Macan, Hasilnya "Sican"


Sepasang Liger (Sican) di kebun binatang Everland, Korsel (Wikimedia Commons / GNU Free Documentation License)
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Bagi orang-orang berbahasa Inggris, hewan buas blasteran berikut ini disebut "Liger," perpaduan dari Lion (singa) dan Tiger (macan). Kalau di Indonesia mungkin bisa disingkat "Sican" (Singa macan).

Ini bisa dikatakan hewan "jadi-jadian," hasil kawin silang antara harimau dengan singa. Anak yang mereka hasilkan pun blasteran, seperti yang terjadi di suatu penangkaran di Taiwan.

Pemilik penangkaran mengungkapkan kelahiran tiga ekor Sican, Minggu 15 Agustus 2010. Ini merupakan hasil dari perkawinan seekor singa jantan dengan macan (harimau) betina.

"Singa dan harimau itu sudah ditempatkan di kandang yang sama sejak mereka masih kecil sekitar lebih dari enam tahun yang lalu," kata si pemilik, Huang Kuo-nan, seperti dikutip laman media Australia, news.com.
Huang mengaku tidak siap dengan kelahiran tiga ekor Sican itu. Akibatnya, seekor anak Sican pun langsung mati tak lama setelah lahir. 

Namun, pihak berwenang di Provinsi Tainan sudah siap mengganjar hukuman denda bagi Huang, yaitu sebesar 50.000 dolar Taiwan (sekitar Rp14 juta). Pasalnya, Huang melanggar hukum dengan tidak memberi tahu mereka sebelumnya perihal keberadaan singa dan macan itu.

Menurut laman harian Taiwan, Apple, hanya ada sekitar 10 ekor Sican di penjuru dunia. Sican jantan bisa tumbuh lebih besar dari singa-singa pada umumnya. (hs)
sumber : www.vivanews.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

9 Hewan Asli Indonesia Yang Hampir Punah

1. Hiu karpet berbintik (Hemiscyllium freycineti)


Berpola kulit yang indah, hiu ini memiliki kemiripan yang luar biasa dengan kulit macan tutul. Heksagonal cokelat bintik, dengan pusat-pusat pucat, penuh di seluruh tubuh bagia atas. Kecil bintik-bintik gelap menutupi moncong, dan besar, gelap yang terletak tepat di belakang sirip dada. Kedua sirip punggung dan sirip anus ditempatkan di belakang tubuh,pada ekor teb


habitatnya pada air dangkal di terumbu karang, pasir dan rumput laut yh lebat, berada didaerah papua

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Baru Ditemukan, Spesies Burung Ini Mungkin Sudah Punah

Satu spesies burung berhasil ditemukan untuk pertama kalinya di Amerika Serikat sejak tahun 1974. Sayangnya, temuan itu bukanlah seekor burung hidup. Burung itu hanyalah sebuah sampel milik museum yang didapati tahun 1963. Kini, ilmuwan yang baru menyadari bahwa burung itu merupakan spesies baru, khawatir bahwa spesies tersebut sudah punah, atau setidaknya terancam punahSpesimen burung itu sendiri diambil dari Midway Atoll hampir 40 tahun lalu. Ketika ditemukan, ia diidentifikasi sebagai little shearwater (Puffinus assimilis). Namun Peter Pyle, ornitolog dari Institute for Bird Populations di Marin County, California yang mengamati sampel burung tersebut saat menyusun dokumentasi burung-burung di Hawaii dan memperkirakan bahwa burung itu berasal dari spesies yang berbeda, yakni shearwater Boyd (Puffinus boydi). Tetapi dari pengamatan, tampaknya itu pun tidak sesuai karena sampel yang ada di hadapannya memiliki bentang sayap serta ekor yang lebih pendek. Dari analisa DNA yang dilakukan oleh peneliti dari Smithsonian Conservation Biology Institute di Front Royal, Virginia, Amerika Serikat, barulah diketahui bahwa burung tersebut memang merupakan spesies baru. Ia kemudian diberi nama Bryan’s shearwater (Puffinus briyani). http://nationalgeographic.co.id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Translator

English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Blogger Orange Wavy Tail